Blogger templates

Selasa, 24 April 2012

BENTUK TES DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN


BENTUK TES DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN

(RESUMAN SPBA. Q "Ius Kwangend Icha)
Evaluasi merupakan suatu proses. Sebagai suatu proses, evaluasi perlu dilanjutkan dengan tindakan. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa, sebagai alat untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Dengan demikian informasi yang diperlukan berdasar pengukuran kuantitatif, yaitu dalam bentuk 10 tes. Beberapa bentuk tes yang dapat digunakan adalah dengan tes pilihan ganda dan esai.
A.    Tes Pilihan Ganda
Dalam Journal of Educational Enquiry disebutkan Multiple-choice questions are an efficient means of knowledge assessment (particularly in well defined subjects that do not change with time. They are a widely used assessment ). Artinya yakni beberapa pertanyaan pilihan merupakan sarana yang efisien dalam penilaian (Khususnya untuk mata pelajaran yang tidak berubah dengan waktu). Bentuk tes pilihan ganda banyak digunakan dalam metodologi penilaian. Dan dalam jurnal internasional yang lain disebutkan A conventional multiple-choice test is one of the most widely used assessment methods. When faced with a question in a conventional multiplechoice test, a candidate must evaluate each option and choose the most (Annie W.Y. Ng dan Alan H.S. Chan, 2009: 1). Artinya yakni tes pilihan ganda konvensional adalah salah satu bentuk tes yang paling banyak digunakan metode penilaian. Ketika seorang siswa diberi pertanyaan dalam bentuk tes pilihan ganda konvensional, seorang siswa harus mengevaluasi setiap pilihan dan memilih salah satu yang paling sesuai.
a.       Adapun kelebihan bentuk tes pilihan ganda yaitu:
1) Dapat digunakan untuk mengukur semua jenjang kemampuan berfikir dalam ranah kognitif
2) Memperkecil kemungkinan menebak benar kunci jawaban
3) Dapat dibuat menjadi banyak ragam/variasi bentuk, yakni:
a) Variasi jawaban yang benar
b) Variasi jawaban yang paling banyak
c) Variasi banyak jawaban
d) Variasi pernyataan tidak lengkap
e) Variasi negatif
f) Variasi pengganti
g) Variasi alternatif yang tidak lengkap
h) Variasi jawaban terpadu.
4) Jawabannya tidak harus mutlak benar, tetapi dapat berupa jawaban yang paling benar, atau dapat pula mengandung jawaban yang semuanya benar
5) Dapat digunakan pada semua jenjang sekolah dan kelas
6) Dapat diskor dengan sangat obyektif
7) Dapat diskor dengan mudah dan cepat
8) Ruang lingkup bahan yang ditanyakan sangat luas. (Suke Silverius, 1991:67-68)
Betapapun unggulnya bentuk pilihan ganda dibandingkan bentuk-bentuk tes yang lain, bentuk tes pilihan ganda tidak luput dari kelemahan.
b.      Adapun kelemahan dari bentuk tes pilihan ganda yaitu:
1) Pokok soal tidak cepat cukup jelas sehingga terdapat kemungkinan ada lebih dari satu jawaban yang benar
2) Kadang-kadang jawaban soal dapat diketahui siswa meskipun belum diajarkan karena adanya petunjuk jawaban yang benar, atau karena butir soal itu mengukur sikap dan bukan mengukur pengetahuan
3) Sampai suatu tingkat tertentu keberhasilan atas suatu jawaban dapat diperoleh melalui tebakan
4) Sulit membuat pengecoh (distraktor) yang berfungsi, yakni yang mempunyai peluang besar untuk dipilih siswa
5) Membutuhkan waktu yang lama untuk menulis soal-soalnya
6) Siswa cenderung mengembangkan cara belajar terpisah-pisah menurut bunyi tiap soal.
(Suke Silverius, 1991:68-69)
Dalam evaluasi hasil belajar, bentuk tes pilihan ganda lebih banyak dipakai dibandingkan bentuk tes yang lain karena bentuk tes pilihan ganda bebas dari kelemahan bentuk-bentuk tes yang lain.

B.     Tes esai
Jenis tes ini (disebut juga tes uraian) menuntut kemampuan siswa untuk mengemukakan, menyusun, dan memadukan gagasan yang telah dimilikinya dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Tes jenis ini memungkinkan siswa menjawab pertanyaan secara bebas.
Tes uraian (essay tes), yang sering juga dikenal dengan istilah tes subyektif, adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang memiliki karakteristik sebagaimana dikemukakan berikut ini.
1) Tes tersebut berbentuk pertanyaan atau perintah yang menghendaki jawaban berupa uraian atau paparan kalimat yang pada umumnya cukup panjang.
2) Bentuk-bentuk pertanyaan atau perintah itu menuntut kepada testee untuk memberikan penjelasan, komentar, penafsiran, membandingkan, membedakan, dan sebagainya.
3) Ketiga, jumlah butir soalnya umumnya terbatas, yaitu berkisar antara lima sampai dengan sepuluh butir.
4) Keempat, pada umumnya butir-butir soal tersebut diawali dengan katakata: jelaskan, mengapa, bagaimana, atau kata-kata lain yang serupa dengan itu. (Anas Sudijono, 2008: 100)
Beberapa keunggulan dan kelemahan dari tes bentuk esai diantaranya yaitu:
·         Keunggulan:
1)    Memungkinkan siswa menjawab pertanyaan tes secara bebas
2)  Memberi kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuannyabdalam hal menulis, mengutarakan ide-ide atau jalan pikirannya secara terorganisir, berpikir kreatif dan kritis
3)    Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa mengemukakan pandangan dalam bentuk tulisan
4) Merupakan tes terbaik untuk mengukur kemampuan siswa menjelaskan, membandingkan, merangkumkan, membedakan, menggambarkan dan mengevaluasi suatu topik atau pokok bahasan.
5)  Relatif lebih mudah menyusun pertanyaannya dibandingkan dengan tes bentuk obyektif
6)    Sangat memperkecil kemungkinan siswa menebak jawaban yang benar
7)       Dapat menggalakkan siswa untuk mempelajari secara luas konsepkonsep dan generalisasi yang berkaitan dengan topic pembahasan/pengajaran
·         Kelemahan:
1) Sukar diskor secara benar-benar obyektif, walaupun itu tes yang
dikualifikasi sebagai tes uraian obyektif sekalipun
2) Membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab pertanyaan
3) Jumlah pokok bahasan/subpokok bahasan yang dapat diambil sebagai sumber pertanyaaan sangat terbatas
4) Membutuhkan waktu yang jauh lebih lama bagi guru untuk membaca dan menilai semua jawaban siswa
5) Sering terbuka untuk hallo effect yang berupa kecenderungan untuk memberi nilai tinggi bagi siswa yang dianggap/dinilai mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman sekelasnya. (Suke Silverius, 1991:63-65)
Tes hasil belajar bentuk esai sebagai salah satu alat pengukur hasil belajar, tepat digunakan apabila pembuat soal disamping ingin mengungkap daya ingat dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang ditanyakan dalam tes, juga dikehendaki untuk mengungkap kemampuan siswa dalam memahami berbagai macam konsep berikut aplikasinya.selain itu tes esai juga lebih tepat dipergunakan apabila jumlah siswa terbatas.

1 komentar:

bpk wijaya mengatakan...

Terima kasih banyak Aky Ternyata Angka jitu hasil Ritual KI JAYA Yang saya minta ternyata Tembus SINGAPUR 4D RABU 2 APRIL 2014 DENGAN ANGKA 4792 Puji TUHAN SAYA mendapatkan kemenangan 750 juta. Sampai-sampai saya mengeluarkan Air mata, SAYA sangat terharu, bahagia dan bersyukur kpd TUHAN Yang Maha Esa. Skrng SAYA sudah memiliki modal untk buka usaha sendiri dan sdh membeli Rumah dan yg paling utama SAYA tdk Terlilit Utang lagi sewaktu SAYA menjadi pegawai pabrik. Jgn pikirkan lagi, langsung hub "KI JAYA" Di (((085-321-606-847_))) Terimakasih banyak Aky Semoga TUHAN membalas kebaikan Anda Jangan Lupa Mampir Di blog Ki jaya [⌣»̶•̵̭̌✽̤̈•̵̭̌☀̤̈>>KLIK*DISINI<<☀̤̣̈̇•̵̭̌✽̤̈•̵̭̌«̶⌣]

Poskan Komentar

law

kp

mboah ah

Template by:

Free Blog Templates